Tampilkan postingan dengan label F. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label F. Tampilkan semua postingan

Persengkongkolan Kejahatan

Kenapa kalian terus saja bersengkongkol dengan kejahatan-kejahatan?
Kenapa kalian terus saja menyebar kesakitan-kesakitan?
Apakah makna luka dan airmata telah lenyap di mata kalian?
Masihkan kalian menyimpan sesuatu bernama hati?
Masihkah kalian mempunyainya?
Aku tidak yakin.
Sungguh

: kepada F
: kepada W
: kepada persengkongkolan kejahatan

posted under , | 1 Comments

Ibunya Sudah Tidak Ada

Pagi ini jam 07.45 handphone saya berdering. Nada dering nostalgia yang selalu saja mengagetkan. Kring! kring! kring! Waktu itu saya sedang sarapan pagi di bawah sedangkan handphone saya berada di atas. Maka tanpa pikir panjang saya berlari-lari membawa piring saya ke atas dan segera melihat siapa yang menelpon.
0856553005xx nomer itu lagi. Nomer yang sampai kapanpun saya tidak akan pernah mau bicara dengannya. Maka dengan ketus saya menekan tombol tolak. Maka berhentilah suara dering nostalgia itu. Dan beberapa saat kemudian sebuah pesan masuk.
"Chi ibuku ga da Chi" sebuah pesan dengan nomor yang sama.
Ibunya ga ada? meninggal? Saya masih ragu akan kebenaran kata-katanya mengingat betapa seringnya dia membohongi saya. Maka sayapun membalas pesan tersebut.
"
G da kmn?" Pertanyaan yang terkesan bodoh kan? Tapi saya takut dia tipu lagi.
"
Di panggil yang di atas" jawabnya. Ternyata benar. Ibunya meninggal. Maka sayapun membalas.
"
Innalillahi wa inaillahirojiun. aku turut bersedih" itu saja.
"
Makasih cih" itu sms terakhirnya dan saya tidak membalasnya lagi.

Kau yang disana, pemilik nomor telepon itu. Maaf aku tidak akan datang ke rumahmu untuk mengucapkan bela sungkawa. Bukannya aku jahat. Bukan aku tidak berperasaan. Justru karena aku sangat berperasaan dan aku sangat peka. Aku tidak bisa datang. Aku tidak bisa melihatmu lagi. Aku tidak bisa dan tidak mau bertemu denganmu lagi. Maaf. Dari sini kudoakan semoga kau tabah dan semoga kau berubah dengan ini.
Itu saja.

210711

posted under | 0 Comments

Meninggalkan Luka

Adalah kebosanan dan rasa sia-sia yang mengembang saat kutuliskan tentang luka-luka.
Sedang disana ketidakpedulian meraja. Sepercuma ini maka tak ada yang layak diteruskan.
Maka apalah yang paling masuk akal selain pergi dan meninggalkan?
Apalah yang lebih berlogika dari menyumbat luka-luka.
"SELAMAT TINGGAL"
Berkali-kali kuucapkan...
"SELAMAT TINGGAL"
Kali ini akan benar-benar...


F,190711
: sambil diiringi lagu (bukan) Peterpan 'Yang Terdalam'

posted under , | 2 Comments

Masih Tentang Luka


Dulu, pada bagian namamu aku pernah mati membaca pertanda.
Kini, saat arah-arah terbuka aku menjadi mati menyusuri luka.

F, 180711

posted under , | 0 Comments

Ingatan Tentangmu Masih Saja Menjelma Mual di Kerongkonganku

Ingatan tentangmu masih saja menjelma mual di kerongkonganku. Wajahmu adalah pemicu utama karena mengabarkan lagi tentang luka dan luka. Maka, pabila bayangan saja sudah memuakkan apalagi sebuah pertemuan. Pasti muntahan darah bukan?
Maka jangan pernah menampakan lagi wajah palsumu di kelopak mataku. Jangan menciptakan dering-dering lagi karena pasti akan berakhir dengan satu tombol tolak. Tidak akan ada lagi percakapan manis. Tidak ada lagi candaan. Tidak ada kerinduan. Semua telah meluruh pada luka-luka yang kau tinggalkan.
Kau mungkin tidak mengerti. Kau memang tidak pernah mau mengerti dan tidak akan pernah mengerti.

F,180711

posted under , | 0 Comments

Ingatan Tentangmu Menjelma Mual di Kerongkonganku

Dan biarlah kumuntahkan isi kepalaku saat merunut wajah kejahatanmu.
Karena kemualan-kemualan semakin jalang dan mendesak keluar dari kerongkonganku.
Mungkin luka-luka telah lebih dari berdarah.
Mungkin hati telah lebih dari berairmata.
Maka kutempatkan wajahmu pada saluran pembuangan biar kau mengalir bersama kotoran-kotoran lalu lenyap menghilang.

F,110711

posted under , | 0 Comments
Postingan Lama Beranda

Followers

    Menulislah! Selama kamu tidak menulis, kamu akan hilang dalam arus pusara sejarah

    Menulislah! Selama kamu tidak menulis, kamu akan hilang dalam arus pusara sejarah

Recent Comments